Kebiasaan memasang pohon Natal sebagai dekorasi dimulai dari Jerman.
pemasangan pohon Natal yang umumnya dari pohon cemara atau mengadaptasi bentuk pohon cemara, itu dimulai pada abad ke-16.
Saat penduduk Jeman menyeba ke berbagai wilayah termasuk Amerika, mereka pun kerap memasang cemara yang tergolong pohon evegreen untuk dekorasi Natal di dalam rumah. dari catatan yang ada, orang Jeman di Pennsylvania Amerika Serrikat memajang pohon Natal untuk pertama kalinya pada tahun 1830-an.
Pohon Natal bukannlah suatu keharusan di gereja maupun di rumah sebab ini hanya merupakan simbol agar kehidupan rohani kita selalu bertumbuh menjadi saksi yang indah bagi orang lain (evergreen). pohon Natal (cemara) ini juga melambangkan "hidup kekal", sebab pada umumnya di musim salju hampir semua pohon rontok daunnya, kecuali pohon cemara selalu hijau daunnya.
KONTROVERSI
Hingga kini pemasangan pohon Natal masih menimbulkan pro dan kontra di kalangan umat Kristen. Bagi orang-orang yang tidak berkenan dengan pohon Natal, mengisahkan bahwa pada zaman dahulu bangsa Romawi menggunakan pohon cemara untuk perayaan Saturnalia, mereka menghiasinya dengan hiasan-hiasan kecil dan topeng-topeng kecil, karena pada tanggal 25 Desember ini adalah hari kelahiran dewa matahari, Mithras, yang asal mulanya dari Dewa Matahari Iran yang kemudian dipuja di Roma. Maka dari itu ada aliran-aliran gereja tertentu yang mengharamkan tradisi pohon Natal, sebab mereka menganggap sebagai pemujaan dewa matahari. namun hal itu mulai berubah saat gambar Ratu Victoria dari Inggris, Pangeran Albet dari Jerman, dan anak-anaknya dengan latar pohon cemara, diilustasikan di London News. Karena sosok Victoria yang sangat populer, pemuatan gambarr itu di media masa pun membuat pohon cemara menjadi pilihan lazim sebagai pohon Natal.
pemasangan pohon Natal yang umumnya dari pohon cemara atau mengadaptasi bentuk pohon cemara, itu dimulai pada abad ke-16.
Saat penduduk Jeman menyeba ke berbagai wilayah termasuk Amerika, mereka pun kerap memasang cemara yang tergolong pohon evegreen untuk dekorasi Natal di dalam rumah. dari catatan yang ada, orang Jeman di Pennsylvania Amerika Serrikat memajang pohon Natal untuk pertama kalinya pada tahun 1830-an.
Pohon Natal bukannlah suatu keharusan di gereja maupun di rumah sebab ini hanya merupakan simbol agar kehidupan rohani kita selalu bertumbuh menjadi saksi yang indah bagi orang lain (evergreen). pohon Natal (cemara) ini juga melambangkan "hidup kekal", sebab pada umumnya di musim salju hampir semua pohon rontok daunnya, kecuali pohon cemara selalu hijau daunnya.
KONTROVERSI
Hingga kini pemasangan pohon Natal masih menimbulkan pro dan kontra di kalangan umat Kristen. Bagi orang-orang yang tidak berkenan dengan pohon Natal, mengisahkan bahwa pada zaman dahulu bangsa Romawi menggunakan pohon cemara untuk perayaan Saturnalia, mereka menghiasinya dengan hiasan-hiasan kecil dan topeng-topeng kecil, karena pada tanggal 25 Desember ini adalah hari kelahiran dewa matahari, Mithras, yang asal mulanya dari Dewa Matahari Iran yang kemudian dipuja di Roma. Maka dari itu ada aliran-aliran gereja tertentu yang mengharamkan tradisi pohon Natal, sebab mereka menganggap sebagai pemujaan dewa matahari. namun hal itu mulai berubah saat gambar Ratu Victoria dari Inggris, Pangeran Albet dari Jerman, dan anak-anaknya dengan latar pohon cemara, diilustasikan di London News. Karena sosok Victoria yang sangat populer, pemuatan gambarr itu di media masa pun membuat pohon cemara menjadi pilihan lazim sebagai pohon Natal.
RSS Feed 



0 komentar:
Posting Komentar